Social Media dan Blog

Tak bisa dipungkiri, yang namanya social media sekarang sudah begitu mendunia. Hampir seluruh manusia saat ini telah menyentuh dunia social media. Beraktivitas di social media begitu menyenangkan. Upload foto, mengeluarkan uneg-uneg, berinteraksi dengan teman-teman (baik yang kenal di dunia nyata ataupun tidak) terasa begitu menyenangkan di social media. Di facebook, twitter, instagram dan yang lainnya. 

Sedikit berbeda dengan blog. Dalam pikiran saya, blog itu lebih kepada menulis. Bukan hanya sekata dua kata, atau sekalimat dua kalimat, tapi lebih dari itu, membentuk satu tulisan utuh berisi informasi atau isi pikiran penulis. Walau tak jarang, antara blog dengan social media tak bisa dipisahkan, blog memiliki tantangan sendiri dalam aktivitasnya, terutama dalam hal menulis, paling tidak butuh lebih banyak waktu untuk melakukannya.

Jika di facebook atau twitter, kita bisa update lebih banyak dalam sehari, walau hanya sebaris kata-kata dalam satu kali update, di blog kita belum tentu bisa menulis lebih dari satu konten dalam sehari. Apalagi jika konten yang kita tulis adalah konten yang berat, tentu butuh lebih banyak pikiran dan waktu.

Iklan
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Senja, Malam, Hujan

Berbuahlah jiwa, berbuahlah dalam kata-kata
Kata yang tak bersuara, menerawang menatap udara
Dan hening, hingga teja datang menyapa

Dia menatap ke belakang
Dia menatap lumpur pucat yang mengering
Telah ditinggalkannya jejak langkah di sana
Akan tetap ada hingga hujan menimpa

Inilah hidup yang telah kulalui
Bermain-main berkelana dengan hati
Jika rupanya kering retak tak berarti
Genggam tanganku dan tuntunlah kemana aku pergi

Dialah sahabat senja, dialah sahabat malam
Jika dia bicara, mereka hening seolah-olah mengerti
Dan ketika hujan telah tumpah membasahi
Tak dilihatnya lagi jejak langkahnya, telah menghilang

Dipublikasi di puisi | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Lirik Lagu Paint My Love (Michael Learns to Rock)

From my youngest years till this moment here
I’ve never seen such a lovely queen
From the skies above to the deepest love
I’ve never felt crazy like this before

Paint my love, you should paint my love
It’s the picture of a thousand sunsets
It’s the freedom of a thousand doves
Baby you should paint my love

Been around the world then I met you girl
It’s like coming home to a place I’ve known

Paint my love, you should paint my love
It’s the picture of a thousand sunsets
It’s the freedom of a thousand doves
Baby you should paint my love

Since you came into my life
The days before all fade to black and white
Since you came into my life
Everything has changed

Paint my love, you should paint my love
It’s the picture of a thousand sunsets
It’s the freedom of a thousand doves
Baby you should paint my love, my love

Paint my love, oh you should paint my love
It’s the picture of a thousand sunsets
It’s the freedom of a thousand doves
Baby you should paint my love

Dipublikasi di musik | Tag , | Meninggalkan komentar

Aziz dan Laila

Aziz sedang terlibat percakapan dengan Laila. Menjelang akhir perbincangan, Aziz bertutur kepada Laila, “Tidak bisakah engkau melihat? Aku adalah pria yang gagah. Tubuhku berotot, dan tak ada satu pun yang mampu menandingi kecepatanku dalam perlombaan lari. Tidakkah engkau ingin menikah dengan pria seperti aku?” Laila hanya menjawab dengan santai, “Tidak bisakah engkau melihat? Engkau adalah seekor kuda sedangkan aku adalah seekor unta.”

http://flashfictionz.blogspot.com/

Dipublikasi di flashfiction | Tag , | Meninggalkan komentar

Yang Terlalu Lama Tersimpan

Arif bertemu kembali dengan Hani setelah sekian lama. Mereka pun berbincang membicarakan masa-masa sekolah mereka dulu, ketika mereka masih satu kelas. Kini mereka bertemu kembali setelah masing-masing dewasa dan memiliki pekerjaan. Satu hal yang ingin Arif lakukan, mengungkapkan sesuatu tentang perasaannya kepada Hani yang dulu disimpannya rapat-rapat.

Namun sepertinya itu akan sia-sia. Hani mengungkapkan bahwa dirinya akan segera pergi jauh dan menetap di luar negeri karena tugas dari perusahaan tempat dia bekerja. “Aku harus pergi sekarang,” ungkap Hani. Arif mencoba mencegahnya, “Tunggu… Sebelum kau pergi, aku ingin mengungkapkan sesuatu yang telah kupendam selama ini kepadamu. Jika aku telah mengungkapkannya, aku akan merasa lega dan rela melepas engkau pergi.” Hani menuruti kata-kata Arif. Arif pun menggunakan kesempatan yang sedikit itu untuk berbicara mengenai perasaannya kepada Hani.

Tiba-tiba angin bertiup kencang. Perlahan Hani dilihatnya terbang menjadi debu dan menghilang entah ke mana. Arif menyadari hal itu, dan melepasnya dengan rela.

Arif terjaga dari tidurnya. Diingatnya mimpi yang baru saja terjadi. Perasaan lega menyelimuti hatinya. “Memang inilah yang seharusnya terjadi. Aku telah siap untuk hari-hariku yang baru, dan mulai belajar mengungkapkan sesuatu yang seharusnya tak aku simpan terlalu lama.”

http://flashfictionz.blogspot.com/

Dipublikasi di flashfiction | Tag , | Meninggalkan komentar

Bumi yang Indah

Bumi ini memang indah, Sayang, tapi bawalah aku terbang
Sayap-sayapmu yang lebar pasti mampu membawa tubuhku yang lemah
Entah apa yang sebenarnya kuinginkan, tapi bawalah aku terbang
Biarkan saja bulan dan bintang berbisik tentang kita

Langit itu terlihat begitu biru, Sayang, aku rindu ingin ke sana
Warnanya seperti obat bagiku untuk sembuhkan luka-lukaku
Karenanya begitu kuat keinginanku mencapai tempat setinggi itu
Walau aku tahu, bumi yang kupijak ini masih terlihat begitu indah

Reguklah air pelepas dahaga di negeri langit kita, hanya kita berdua
Dan tahanlah kaki-kakiku agar tak meloncat jatuh
Pandanglah aku kala bersandar di tepi warna-warna pelangi, pelangi kita
Dan kita akan terpesona memandang ke bawah, bumi yang indah

Dipublikasi di puisi | Meninggalkan komentar

Masih Menatap Samudra

Garis-garis lelah di wajahnya mungkin masih belum bisa menggambarkan
Rasa yang sedang tersimpan dalam dadanya
Keyakinan yang selalu ditanamkan di hatinya tetap tak jua sirna
Walau hidup terus menghempas seperti lautan menghantam batu karang

Nak, bukannya aku tak setuju
Tapi kau capailah cita-citamu dulu, aku mendukungmu
Sampai suatu saat bisa kau buktikan padaku, siapa dirimu
Waktu mungkin akan membiarkanku menyaksikan semua itu

Dia pernah bicara tentang sakit yang pernah menimpanya
Dan keyakinan yang tetap akan dipertahankannya
Langit dan bumi sudah terlalu sering berbicara
Tapi hatinya tetap seperti itu juga

Nak, bukannya aku hendak melampiaskan amarahku padamu
Tapi carilah apa yang bisa kau genggam kuat di tanganmu
Dan yakinkan padaku kau takkan melepas yang telah kau raih itu
Percayalah, aku takkan lagi menghalang-halangi langkah-langkah kakimu

Dia tetap saja dia, walau waktu mungkin saja mengubah sebagian dari hidupnya
Batu karang itu masih saja berdiri di sana, masih menatap samudra
Aku tak tahu apa lagi yang tersimpan di hatinya
Aku hanya menduga, dia akan membuktikan apa yang bisa digenggamnya

Dipublikasi di puisi | Meninggalkan komentar